Makalah Sikap Emosi



BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Pada dasarnya setiap manusia sering mengartikan emosi sebagai sesuatu hal yang buruk,selalu berhubungan dengan amarah dan yang lainnya, namun pada kenyataannya emosi tidak hanya sesuatu yang buruk saja namun emosi juga ada yang baiknya. Entah itu emosi yang baik atau emosi yang buruk tergantung seseorang yang mengendalikannya.
Dari mana emosi muncul, apakah dari fikiran atau tubuh? Agaknya tak seorangpun bisa menjawabnya dengan pasti. Adan yang mengatakan tindakan dulu (tubuh) baru muncul emosi. Ada pula yang mengatakan emosi dulu (pikiran) baru tindakan. Mana yang muncul lebih dulu tidaklah penting sebab tindakan dan emosi pada dasarnya sangat erat berkaitan dan tidak mungkin memisahkan keduanya.

2.      Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan emosi ?
2.      apa saja teori-teori tentang emosi?
3.      apa saja macam-macam emosi?

3.      Tujuan
1.      Memahami pengertian emosi
2.      Untuk mengetahui teori_teori tentang emosi
3.      Untuk mengetahui tentang macam-macam emosi

4.      Manfaat
Dengan mempelajari emosi, kita sebagai seorang pendidik dapat mengontrol emosi kita sendiri, dan yang diharapak emosi tersebut menjadi emosi yang baik dan positif.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Emosi
Pada hakikatnya setiap orang memiliki emosi, tergantung seseorang tersebut dapat mengendalikanya dengan santai atau dengan otot-otot yang tegang, jika seseorang dapat mengendalikanya dengan santai maka emosi yang dimilikinya tidak akan menguasai dirinya sendiri sedangkan jika sseseorang tersebut mengendalikan emosi dengan otot-otot yang tegang maka emosi tersebut akan mengendalikan dirinya dan membuat seseorang tersebut menjadi lebih agresif.
Emosi merupakan reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat. Karena itu, emosi lebih intens daripada perasaan dan sering terjadi perubahan perilaku.
Coleman dan Hammen menyebutkan, setidaknya ada empat fungsi emosi, yaitu:
1.      Emosi adalah pembangkit energy. Tanpa emosi kita tidak sadar atau mati. Hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi dan bertindak.
2.      Emosi adalah pembawa informasi. Bagaimana keadaan diri kita dapat diketahui dari emosi kita.
3.      Emosi bukan saja pembawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi juga pembawa informasi dalam komunikasi antaroersonal.
4.      Emosi juga merupakan sumber informasi tentang keberhasilan kita.
Semua emosi pada dasarnya melibatkan berbagai perubahan tubuh yang tampak dan tersembunyi, baik yang dapat diketahui maupun yang tidak dapat diketahui. Emosi bisa dipikirkan apakah ia berkaitan dengan peningkatan efisiensi dan energy yang tersedia untuk berbagai macam tindakan seperti berpikir, menyerap, berkonsentrasi, memilih dan bertindak.



2.      Teori-Teori Emosi
Beberapa teori emosi yang terkenal yang diajukan oleh para ahli adalah sebagai berikut:
1.      Teori Emosi Dua-Faktor Schacter-Singer
Teori Emosi Dua-Faktor dikenal sebagai teori yang paling klasik yang berorientasi pada rangsangan. Reaksi fisiologik dapat saja sama, namun jika rangsangannya menyenangkan, emosi yang timbul namanya senang. Sebaliknya, jika rangsangannya membahayakan, emosi yang ditimbulkan dinamakan takut.
Menurut Berkowitz (1993), konsepsi tentang bagaimana pemikiran tingkat tinggi menentukan pembentukan suasana emosional setelah munculnya reaksi awal, relatif primitif dan emosional.
2.      Teori Emosi James-Lange
Dalam teori Emosi James-Lange disebutkan bahwa emosi timbul setelah terjadinya reaksi psikologik. Contohnya kita senang karena kita loncat-loncat setelah melihat pengumuman dan kita takut karena kita lari setelah melihat ular.
Menurut teori ini, emosi adalah hasil persepsi seseorang terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respond terhadap berbagai rangsangan yang dating dari luar.
Emosi, menurut kedua ahli ini terjadi karena adanya perubahan pada system otot-otot. Suatu peristiwa dipersepsikan menimbulkan perubahan fsiolagis dan perubahan psikologisyang disebut emosi. Dengan kata lain, seseorang bukan tertawa karean senang, melainkan senang karena tertawa.
James melihat adanya empat langkah dalam proses terjadinya suasana emosional, yaitu:
1. Kejadian itu dipahami.
2. Implus bergerak dari system saraf pusat ke otot, kulit dan organ dalam.
3. Sensasi yang disebabkan perubahan bagian-bagian tubuh tersebut yang disalurkan kembali ke otak.
4. Implus balik itu kemudian dipahami oleh otak dan setelah dikombinasikan dengan persepsi stimulasi pertama, menghasilkan ‘objek dirasakan secara emosional’.
Jadi, kata James, bukan penilaian yang menyebabkan seuasana emosional, melainkan reaksi tubuh kita terhadap interpretasi ini.
3.      Teori “Emergency” Cannon
Teori ini dikemukakan oleh Walter B. Cannon (1929), seorang dari Harvard University. Teorinya menyatakan bahwa karena gejolak emosi itu menyiapkan seseorang untuk mengatasi keadaan yang genting, orang-orang primitive yang membuat respond semacam itu bisa survive dalam hidupnya.
Teori ini menyebutkan, emosi (sebagai pengalaman subjektif psikologik) timbul bersama-sama dengan reaksi fisiologik (hati berdebar, tekanan darah naik, nafas bertambah cepat dan sebagainya).
Teori Cannon selanjutnya diperkuat oleh Philip Bard, sehingga kemudian lebih dikenal daenhan teori Cannon-Bard atau teori “Emergency”. Teori ini mengatakan pula bahwa emosi adalah reaksi yang diberikan oleh organism dalam situasi darurat. Teori ini didasarkan pada pendapat bahwa ada fungsi yang bertentangan antara saraf-saraf simpatis dengan cbang-cabang oranial dan sacral dari pada susunan saraf otonom. Jadi, kalau saraf-saraf simpatis aktif, saraf otonom nonaktif dan begitu juga sebaliknya.

3.      Macam-Macam Emosi
Atas dasar arah aktivitasnya, tingkah laku emosional dapat dibagi menjadi empar macam, yaitu:
1.      Takut
Takut adalah orang yang bergerak meninggalkan sumber frustasi. Jika dilihat secara objektif, bisa dikatakan bahwa rasa takut selain mempunyai segi-segi negative, yaitu bersifat menggelorakan dan menimbulkan perasaan-perasaan dan gejala tubuh yang menegangkan, juga ada segi positifnya. Rasa takut merupakan salah satu kekuatan utama yang mendorong dan menggerakannya. Reaksi yang timbul di dalam individu, lalu menggerakkan individu untuk melindungi diri terhadap rangsanagan atau bahaya dari luar, menjauhkan diri dari sesuatu yang dapat menyakitkan diri, melukai diri atau menimbulkan bahaya lainnya.




2.      Marah
Marah adalah orang yang bergerak menentang sumber frustasi. Pada umumnya, luapan kemarahan lebih sering terlihat pada anak kecil ketimbang rasa takut. Pada anak-anak yang masih kecil, kemarahan bisa ditimbulkan oleh adanya pengekangan yang dipaksakan, gangguan pada gerak-geriknya, hambatan pada kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan, oleh segala sesuatu yang menghalang-halangi keinginan seorang anak. Kemarahan sering kita lihat berhubungan dengan keadaan tertentu. Kemarahan bisa pula timbul sehubungan dengan keadaan yang sebenarnya tidak lazim menimbulkan kemarahan.

3.      Cinta
Cinta adalah orang yang bergerak menuju kesenangan. Menurut Syauqi Bey (dalam Akbar, 1995: 14) cinta romantic adalah cinta waktu pacaran yang kadang-kadang berakhir putus setelah puas bertemu dalam memadu cinta, tidak sampai jenjang pernikahan. Adapun cinta yang tumbuh dalam pernikahan adalah lebih kuat dan lebih agung, karena Tuhan menciptakannya untuk menjalin pernikahan itu menjadi kekal, tidak gampang diputuskan. Dalam bukunya The Art Of Loving (Seni mencinta), Erich Fromm (1983) sedemikian jauh telah berbicara tentang cinta sebagai alat untuk mengatasi keterpisahan manusia, sebagai pemenuhan kerinduan dan kesatuan.

4.      Depresi
Depresi adalah orang menghentikan respons-respons terbukanya dan mengalihkan emosi ke dalam dirinya sendiri. (Mahmud, 1990: 167). Depresi merupakan suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktifitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu gangguan depresi. Hilang minat dan semangat, malas beraktivitas dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab bunuh diri.


4.      Perkembangan Emosi
Para ahli psikologi sering menyebutkan bahwa dari semua aspek perkembangan, yang paling sukar untuk diklasifikasilan adalah perkembangan emosional. Dalam pertumbuhan yang normal, hubungan-hubungan saraf itu berkembang di dalam otak baru dan di antara otak lama. Di saat kematangan ini tumbuh, respons-respons emosional berkembang melalui empat jalan. Hal ini sesuai dengan aspek emosi, yaitu stimulasi, perasaan, respons-respons internal dan pola-pola tingkah laku.
Menurut Jersild (1954), perkembangan emosi selama masa kanak-kanak terjadi sangat eratnya dengan aspek-aspek perkembangan yang lain. Setelah alat-alat indra anak menjadi lebih tajam, kecakapan anak untuk mengenal perbedaan-perbedaan dan untuk melakukan pengamatan pun menjadi lebih dewasa dan setelah ia lebih melangkah ke depan dalam segala aspek perkembangannya, jumlah peristiwa yang bisa membangkitkan emosinya pun kian bertambah besar.

5.      Gangguan Emosional
Banyak teori yang bermunculan tentang sebab-sebab gangguan emosional. Teori-teori tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu: lingkungan, afektif dan kognitif (Hauck, 1967).
1.      Teori lingkungan
Teori lingkungan ini menganggap bahwa penyakit mental diakibatkan oleh berbagai kejadian yang menyebabkan timbulnya stress. Pandangan tersebut beranggapan bahwa kejadian ini sendiri adalah penyebab langsung dan ketegangan emosi. Teori ini sama sekali tidak bisa menjelaskan mengapa pada suatu waktu kejadian tertentu membawa kesedihan, tetapi tidak demikian pada saat yang lain. Atau, mengapa seseorang bisa bersikap sangat tenang terhadap kejadian yang tidak menguntungkan, sedangkan orang lain bila berhadapan dengan kejadian yang sama akan mengalami kecemasan.

2.      Teori afektif
Pandangan professional yang paling luas dianut mengenai gangguan mental adalah pandangan yang beusaha menemukan pengalaman emosional bawah sadar yang dialami seorang anak bermasalah dan kemudian membawa ingatan yang dilupakan dan ditakuti ini kea lam sadar, sehingga dapat dilihat dari sudut yang lebih realistic. Sebelum rasa takut dan rasa salah tersebut disadari, anak-anak itu diperkirakan hidup dengan pikiran bawah sadar yang dipenuhi dengan bahan-bahan yang menghancurkan yang tidak bisa dilihat, tetapi masih sangat aktif dan hidup.

3.      Teori Kognitif
Sekarang ini, hanya satu teori kognitif utama yang patut dibicarakan, yaitu “Psikoterapi Rasional-Emotif” yang ditemukan oleh Albert Ellis (1962). Menurut teori ini, penderitaan mental tidak disebabkan langsung oleh masalah kita atau perasaan bahwa sadar kita langsung oleh masalah kita atau perasaan bahwa sadar kita akan masalah tersebut, melainkan dari pendapat yang salah dan irasional, yang disadari maupun tidak disadari akan masalah-masalah yang kita hadapi.


6.      Mengendalikan Emosi
Mengendalikan emosi itu penting. Hal ini berkaitan dengan peran emosi dalam kehidupan seseorang, karena emosi sering kali menentukan image seseorang untuk orang lain. Sehubungan dengan hal itu, ada cara-cara untuk menghadapi emosi, yaitu:
1.      Hadapilah emosi tersebut.
2.      Jika mungkin, artikan kembali situasinya.
3.      Munculkan sikap humor dan realistis.
4.      Atasilah secara langsung masalah-masalah yang menjadi sumber emosi












BAB III
PENUTUP

1.      Pendapat
Menurut saya, emosi adalah suatu perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia, emosi tidak hanya dilihat dari sisi negative namun emosi juga ada sisi positifnya, tergantung manusianya sendiri dapat mengendalikan atau dikendalikan. Jika manusia dikendalikan oleh emosi maka manusia itu akan marah dan dikuasai oleh emosi sedangkan jika manusia itu dapat mengendalikan emosi maka emosi  itu akan menjadi positif dan menjadi dorongan kea rah yang lebih baik untuk manusianya itu sendiri.

2.      Kesimpulan
1.      Emosi adalah perasaan dan reaksi rohani yang bisa mempengaruhi fisik yang sebabkan oleh hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar
2.      Teori yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu : Teori Emosi Dua-Faktor Schechter-Singer, Teori Emosi James-Lange dan Teori “emergency” Cannon.
3.      Macam-masam emosi, yaitu: Takut, marah, cinta dan Depresi.
4.      Gangguan emosional terbagi menjadi tiga teori keadaan,yaitu: Teori Lingkugan, Teori afektif dan Teori Kognitif.
5.      Cara mengendalikan emosi adalah hadapi emosi tersebut, munculkan sikap humor dan realistis dan atasilah secara langsung masalah yang menjadi sumber emosi.







DAFTAR PUSTAKA
Sobur, Alex, Drs. M.si. Psikologi Umum, Pustaka Setia, Bandung, 2003.


















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Psikologi Pendidikan