Makalah Psikologi Pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah pesat, sejalan dengan kemajuan jaman, begitu pula dengan cara berpikir masyarakat yang cenderung menyukai hal-hal yang dinamis. Semakin banyak penemuan-penemuan atau penelitian yang dilakukan oleh manusia, tidak menutup kemungkinan adanya kelemahan-kelemahan didalamnya, maka harus adanya metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran.
Dengan adanya metode-metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan tidak akan membuat peserta didik jenuh. Dengan adanya metode-metode ini peserta didik akan mendapatkan hal baru dalam pembelajarannya.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah pesat, sejalan dengan kemajuan jaman, begitu pula dengan cara berpikir masyarakat yang cenderung menyukai hal-hal yang dinamis. Semakin banyak penemuan-penemuan atau penelitian yang dilakukan oleh manusia, tidak menutup kemungkinan adanya kelemahan-kelemahan didalamnya, maka harus adanya metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran.
Dengan adanya metode-metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan tidak akan membuat peserta didik jenuh. Dengan adanya metode-metode ini peserta didik akan mendapatkan hal baru dalam pembelajarannya.
1.2. Rumusan Masalah
a.
Metode-metode dalam psikologi pendidikan ?
1.3.
Tujuan
a.
Untuk
mengetahui metode apa saja yang digunakan dalam pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 METODE-METODE PSIKOLOGI
PEMBAHASAN
2.1 METODE-METODE PSIKOLOGI
Dalam
psikologi terdapat metode-metode yang perlu kita ketahui. Metode ini diperlukan
untuk menyelidiki terhadap suatu objek-objek psikologi yaitu penghayatan dan
perbuatan manusia dalam alam yang kompleks dan selalu berubah. Selain itu jiwa
bukanlah benda mati tetapi sesuatu yang hidup dinamis selalu berubah untuk meju
menuju kesempurnaannya. Dengan demikian,dalam menyelidiki psikologi hendaknya
juga dipergunakan banyak metode. Berdasarkan renungan dan pengalaman maka akan
didapatkan metode sebagai berikut:
1.
Metode yang bersifat filosofis
Ø Metode
intuintif
Metode ini dilakukan dengan cara sengaja
untuk mengadakan suatu penyelidikan dalam pergaulan sehari-hari.
Ø Metode
kontemplatif
Metode ini dilakukan dengan cara
merenungkan objek yang akan diketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir
kita.
Ø Metode
filosofis religius
Metodeini digunakan dengan menggunakan
materi agama sebagai alat utama untuk meneliti kepribadian manusia.
2.
Metode yang bersifat empiris
Ø Metode
observasi
Ialah metode uruk mempelajari kejiwaan
dengan sengaja serta mengamati secara langsung,teliti dan sistematis. Dalam hal
ini observasi dapat melalui 3 cara yaitu:
Intropeksi yang dilakukan secara
jujur,objektif dan tepat merupakan sumber pengetauan jiwa yang utama dan
sekaligus menjadi dasar pengetahuan bagi ekstropeksi. Sekalipun metode
intropeksi ini merupakan metode yang mengandung kesukaran serta kelemahan,namun
metode ini sangat besar artinya dalam lapangan psikologi. Oleh kaenaitu
sekalipun metode intropeksi ini mengalami kelemahan tetapi pada umumnya masih
dipertahankan.
Metode ini merupakan penggabungan antara
metode intropeksi dengan eksperimen sebagai upaya mengatasi sifat subjektivitas
dan metode intropeksi. Pada intropeksi murni,hanya diri penyelidik yang menjadi
objek akakn tetapi pada intropeksi eksperimental,jumlah subjek terdiri dari
beberapa orang yang di ekperimentalkan.
Metode ini yaitu untuk mengatasi
kelemahan yang terdapat pada metode inropeksi.
Ø Metode
pengumpulan bahan
Metode ini dilakukan engan cara mengolah
data-data yang di dapat dari kumpulan daftar pertanyaan dan jawaban. Metode ini
dibagi menjadi 3 yaitu:
Metode ini yaitu suatu penyelidikan yang
dilaksanakan dengan menggunakan daftar pertanyaan mengenai gejala-gejala
kejiwaan yang harus dijawab oleh orang banyak dan dapat diketahui keadaan jiwa
seseorang.
Metode ini yaitu seseorang menguraikan
tentang keadaan,sikapataupun sifat-sifat lain mengenai orang yang bersangkutan.
Metode ini yaitu yang dikumpulkan ialah hasil
karyanya,baik hanya yang kongkret. Dari karya inilah dapat diketahui kira-kira
watak subjeknya.
Metode Yang Digunakan Dalam Psikologi Pendidikan
Sebagai ilmu pengetahuan lazim dalam psikologi pendidikan sering kali dilakukan penelitian-penelitian ilmiah. Dalam penelitian-penelitianilmiah tersebut digunakan metode ilmiah. Dalam penelitian-penelitian tersebut digunakan metode ilmiah. Uraian metode tersebut adalah sebagai berikut:
Sebagai ilmu pengetahuan lazim dalam psikologi pendidikan sering kali dilakukan penelitian-penelitian ilmiah. Dalam penelitian-penelitianilmiah tersebut digunakan metode ilmiah. Dalam penelitian-penelitian tersebut digunakan metode ilmiah. Uraian metode tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Metode Angket(Kuesioner)
Adalah metode penelitian dengan menggunakan
pertanyaan-pertanyaan secara tertulis yang akan memberikan data objektif.
2.
Metode Klinis
Dipakai untuk meneliti kejadian-kejadian atau kasus-kasus
yang tidak normal yang disebabkan oleh hal-hal tertentu.
3.
Metode Kasus
Diterapkan dengan cara mengikuti terus-menerus
perkembangan objek yang sedang diteliti dalam kurun waktu yang cukup lama.
4.
Metode Eksperimen
Dilakukan dengan mengadakan percobaan-percobaan.
5.
Metode Tes
Metode tes mempunyai kriteria bahwa tes dianggap baik
apabila bersifat valid, reliabel, praktis, dan berguna bagi masyarakat umum.
Metode-Metode Dalam Psikologi Pendidikan
Menurut H. Carl Wrtherington, dalam
bukunya “Educational Psychology” bahwa metode-metode pokok dalam psikologi
pendidikan adalah:
1. Metode Experimental
Istilah eksperimen (percobaan) dalam
psikologi, dapat diartikan sebagai suatu pengamatan secara teliti terhadap
gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan sengaja. Hal ini dimaksudkan
untuk menguji hipotesa pembuat eksperimen tentang reaksi-reaksi individu atau
kelompok dalam situasi tertentu atau di bawah kondisi tertentu. Jadi, tujuan
metode eksperimen adalah untuk mengetahui sifat-sifat umum dalam gejala
kejiwaan. Misalnya mengenai pikiran, perasaan, kemauan, ingatan, dan lain
sebagainya. (Shalahuddin,1990:23)
Kelebihan metode eksperimen adalah dapat melakukan pengontrolan secara ketat terhadap faktor-faktor/variabel-variabel yang diperkirakan dapat “mencemari dan mengotori” hasil penelitian.
Kelebihan metode eksperimen adalah dapat melakukan pengontrolan secara ketat terhadap faktor-faktor/variabel-variabel yang diperkirakan dapat “mencemari dan mengotori” hasil penelitian.
Metode ini menggunakan suatu
prosedur sistematik yang disebut sebagai eksperimental design (rancangan
eksperimen). Rancangan ini memiliki dua pengertian:
Adanya langkah-langkah sistematik
seperti langkah-langkah penelitian ilmiah:
- Ada masalah (problem)
- Kumpulan konsep/teori yang sesuai
problem
- Alternatif jawaban/hipotesis
- Di uji secara empiris sesuai
dengan data lapangan
- kesimpulan dan generalisasi.
(Prabowo & Puspitasari dalam Gunadarma,2002:12)
Menurut Robert E. Slavin dalam buku
Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik, metode eksperimen dibagi menjadi dua,
yaitu metode eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan yang diacak
(Slavin,2008:21)
2. Metode Questionare
Metode ini adalah suatu rangkaian
pertanyaan yang berhubungan dengan topik-topik psikologis, sosial, pendidikan,
dan lain sebagainya yang ditunjukkan atau diberikan kepada suatu kelompok
individu, dengan objek untuk memperoleh data dengan memperhatikan
masalah-masalah tertentu yang kadang-kadang juga dipakai untuk tujuan-tujuan
diagnostik atau untuk menilai ciri-ciri kepribadian.
Adapun keistimewaan metode ini
antara lain adalah:
a. Tidak terlalu memakan biaya.
b. Bahwa dengan metode ini, dalam
waktu yang relatif singkat dapat mengumpulkan data yang banyak.
Adapun kelemahannya antara lain
terletak pada kebenara jawaban yang kadang-kadang menyangsikan.
(Shalahuddin,1990:25)
3. Metode Klinis
Menurut James Drawer dalam kamus
“The Penguin Dictionary of Psychology”, istilah “clinic” dapat diartikan
sebagai tempat diagnosa dan pengobatan berbagai gangguan, fisik, perkembangan
atau kelakuan. Dengan demikian metode klinis ialah jenis metode dalam psikologi
yang berusaha menyelidiki sejumlah individu yang memiliki kelainan-kelainan
secara teliti dan intensif serta dalam batas waktu yang lama.
(Shalahuddin,1990:25)
Ada beberapa macam cara dalam metode
klinis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah:
-> Studi kasus klinis: digunakan
untuk menyelesaikan masalah disamping kesukaran belajar, gangguan emosional,
juga untuk masalah kenakalan remaja.
-> Studi kasus perkembangan:
digunakan untuk mengetahui bagaimana jalannya perkembangan dari satu aspek ke
aspek tertentu. Contohnya bagaimana perkembangan anak umur 6-9 tahun sehingga
kita dapat menentukan metode pengajaran matematika yang tidak menimbulkan
terlalu banyak kecemasan.
-> Cara longitudinal: Penelitian
ini dilakukan secara terus menerus dalam janga waktu tertentu pada subjek yang
sama, pada contoh di atas kita mengamati anak tersebut dalam jangka waktu 3
tahun (6-9 tahun).
-> Cara cross sectional:
Penelitian ini dilakukan dengan cara memakai sampel-sampel yang mengawakili
usia anak yang ingin diteliti (misal pada contoh di atas, kita menggunakan
sekelompok anak usia 6;00 untuk mengetahui emosi anak usia 6;00, sekolompok
anak usia 6;06 untuk mengetahui emosi anak usia 6;06, sekelompok anak usia 7;00
untuk mengetahui emosi anak usia 7;00, dan seterusnya sampai akhirnya kita
ambil sampel dari sekelompok anak usia 9;00 untuk mengetahui emosi anak usia
9;00. Dari kelompok-kelompok tersebut dapat diambil kesimpulan perkembangan
emosi setiap tingkat usia dapat disimpulkan perkembangan emosi anak usia 6;00
sampai 9;00. Prabowo & Puspitasari dalam Gunadarma,2002:10)
4. Metode Case Study
Metode case study atau study kasus
adalah suatu catatan tentang pengalaman seseorang, penyakit yang pernah
diderita, pendidikan, lingkungan, perawatan dan pada umumnya juga semua fakta
yang relevan untuk masalah-masalah tertentu yang tersangkut dalam suatu kasus
medis atau klinik.
Metode ini dapat berhasil dengan
baik apabila observasi dan pencatatan-pencatatan data-datanya dilakukan dengan
sebaik-baiknya. Adapun yang di observasi dan dicatat adalah data tingkah lakunya
bukan interpretasi dari kelakuan tersebut. (Shalahuddin,1990:26)
5. Metode Introspeksi
Merupakan metode penelitian dengan
cara melakukan pengamatan ke dalam diri sendiri yaitu dengan melihat keadaan
mental pada waktu tertentu.
Metode ini dipakai dan dikembangkan
dalam disiplin psikologi oleh kelompok strukturaklisme (Wilhem Wundt). Mereka
mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang
pengalaman-pengalaman sadar individu. Menurut mereka introspeksi dapat dipakai
untuk mengetahui proses mental yang sedang berlangsung pada diri seseorang,
sebagaimana pikiran, perasaan, motif-motif yang ada pada dirinya pada waktu
tertentu. Disini individu mengamati proses mental, menganalisis, dan kemudian
melaporkan perasaan yang ada dalam dirinya. (Prabowo & Puspitasari dalam
Gunadarma,2002:9)
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Purwa Atmaja Prawira Psikologi pendidikan Jogjakarta
http://edukasi.kompasiana.com/2012/04/01/metode-metode-dalam-psikologi-pendidikan-451645.html
Komentar
Posting Komentar